Tampilkan postingan dengan label Peralatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peralatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2011

DIY Reaktor co2 eksternal

Susah cari reaktor CO2?
Reaktor CO2 harganya kemahalan dan di luar jangkauan?
Reaktor anda imut2 dan tidak sesuai kapasitas aqua anda yang jumbo?
Anda benci diffuser yang gelembungnya lari kemana-mana dan menggangu pemandangan?
Anda terganggu oleh adanya pemandangan reaktor dan powerhead di dalam aquascape anda?

DIY SAJA (alias bikin sendiri) DAN KELUARKAN DARI DALAM AQUA!

Alat :
- gergaji pipa (atau mesin potong jika punya)
- penggaris
- bor beserta matanya
- tap drill (optional)
- kunci inggris

Bahan :
- 1 buah pipa utama, diameter dan panjang sesuaikan dengan keperluan (2). Bisa pakai ukuran 1 - 3"
- 2 buah channel "T" (1&3), sesuaikan ukuran dengan diameter pipa utama
- 2 buah end cap (4), diameter sesuai ukuran pipa utama
- 2 buah reducer, sesuaikan rasio dengan diameter pipa yang anda pakai (5).
- 2 buah reducer drat dalam seukuran nipple yang dipakai (6)
- 2 buah nipple kecil, biasanya dalam range 1/2 - 1 " , sesuaikan dengan diameter selang sumber air (6)
- 1 buah nipple kecil ukuran 1/4" (7)
- 1 tube sealant
- 1 tube lem PVC
- 1 roll seal tape pipa
- 1 lembar amplas kasar

[Gambar: diyreactor.jpg]

[Gambar: IMG_0469.jpg]

Perhatikan cara pemasangannya!
Selang CO2 dicolokkan ke pentil kecil di bagian atas. Air masuk dari nipple atas dan keluar dari nipple bawah.

Cara membuat (menurut ukuran contoh, sesuaikan sendiri dengan ukuran reaktor yang anda buat):
- Potong pipa utama dengan panjang sesuai keperluan. Makin besar aquascape dan kebutuhan CO2 yang akan dilarutkan, makin besar diameter pipa dan panjang pipa yang dipakai. Pada contoh digunakan pipa ukuran 3" sepanjang 24cm.
- Selalu amplas tepian pipa yang telah dipotong agar halus dan terpasang sempurna.
- Sambungkan kedua buah channel "T" pada masing2 sisi pipa utama.
- Potong pipa 3" sebanyak 5cm sejumlah 2 buah, masing2 untuk menyambung dari channel "T" ke reducer.
- Sambungkan reducer dengan drat dalam ke reducer utama.
- Lapisi bagian drat nipple dengan seal tape pipa secukupnya, lalu putarkan kedalam reducer drat dalam. Kencangkan dengan kunci inggris.
- Ambil salah satu end cap dan buatlah lubang menggunakan mesin bor. Gunakan mata bor yang berukuran sedikit lebih kecil dari ukuran nipple (7) yang akan dipakai.
- Untuk keamanan dan kekuatan nipple menempel pada end cap, bisa dibuatkan drat dalam menggunakan tap drill.
- Oleskan sealant pada sekeliling drat nipple dan putarkan/masukkan kedalam lubang/drat dalam yang telah dibuat. Kencangkan dengan kunci inggris. Berikan sedikit sealant pada sekeliling dalam dan luarnya untuk memastikan sambungan tidak bocor.
Pasang end cap yang sudah ditempeli nipple pada salah satu sisi pipa utama.
- Pasangkan end cap yang lainnya pada sisi lainnya.
- Jika bangun yang anda buat sudah mantap dan dirasa memuaskan, maka dapat diurai kembali untuk direkatkan dengan lem PVC. Pastikan bahwa semuanya sudah tepat, karena setelah diberi lem PVC maka sambungan tersebut tidak akan bisa dibuka kembali.
- Biarkan lem dan sealant mengering beberapa jam agar sambungan keras dan siap dipakai.
- Untuk desain yang dapat dibersihkan, anda harus menggunakan pipa channel "T" yang memiliki paling tidak sebuah drat pada salah satu sisinya, sehingga end cap yang juga memiliki drat dapat dibongkar pasang tanpa bocor dan tidak perlu di lem permanen.


Sumber : http://forum.o-fish.com/thread-7000.html

Jumat, 19 November 2010

Filter

Filter mempunyai peran sangat penting dalam aquascape. Selain berfungsi membersihkan air dari debu/kotoran, filter juga menjadi rumah bagi bakteri yang ikut menjaga nutrisi di air agar keseimbangan aquascape selalu stabil.

Filter sebagai fungsi Mekanik
Fungsi mekanik yaitu untuk menyaring semua kotoran/debu dengan mengalirkan air aquarium melewati spon/kapas. Selain membuat air menjadi keruh, kotoran/debu yang menempel di daun akan menghalangi daun menyerap cahaya dan nutrisi sehingga fotosintesis menjadi terhambat.

Filter sebagai fungsi Biologis
Fungsi biologis dari filter merupakan fungsi yang paling penting untuk menjaga kestabilan air aquascape. Dengan menggunakan bidang yang luas di spon/kapas dalam filter, bakteri bisa hidup dan menempel disana untuk mengurai amonia menjadi bentuk yang lebih aman.
Untuk mengerti bagaimana bakteri tersebut membantu menjaga stabilnya air dalam aquascape maka kita perlu mengerti bagaimana siklus nitrogen secara umum. Nitrogen merupakan salah satu sumber nutrisi yang digunakan oleh tanaman. Pembahasan nutrisi ada pada artikel tersendiri.


Bakteri Anaerobic
Media filter yang bersih akan memberikan ruang bagi air yang membawa oksigen untuk bakteri aerobic (bakteri seperti diagram diatas). Namun jika media filter sudah mulai tersumbat kotoran, maka level oksigen di filter juga mulai menurun. Kondisi ini disebut Anaerobic (level oksigen rendah). Ada bentuk bakteri lain yang bisa hidup di kondisi Anaerobic dimana bakteri ini berfungsi merubah nitrat (NO3) menjadi gas nitrogen yang akan lepas ke permukaan air. Tugas bakteri ini juga penting untuk menjaga level nitrat di dalam air agar dalam batas aman.
Kita bisa menjaga dua jenis koloni bakteri ini hidup di filter dengan cara membersihkan sebagian media filter saja. Biarkan sebagian media filter dalam kondisi agak kotor sehingga air setelah melewati media filter yang bersih (bakteri aerobic mengubah amonia menjadi nitrat), lalu air akan melewati media filter yang agak kotor (bakteri anaerobic bertugas merubah nitrat menjadi gas nitrogen).
Selalu gunakan air dari aquarium untuk membersihkan media filter. Penggunaan air baru (apalagi mengandung kaporit) akan membunuh semua bakteri yang hidup di media filter, dan berakibat rusaknya sistem siklus nitrogen yang ada di aquarium, artinya tidak ada bakteri yang akan mengurai amonia untuk 1-2 minggu pertama sampai bakteri tumbuh kembali.
Kondisi Substrat Anaerobic
Substrat yang penuh dengan materi organik (kotoran ikan, daun, nutrisi dari pupuk) akan memancing pertumbuhan bakteri yang bertugas memecah materi organik itu menjadi nutrisi yang berguna bagi akar tanaman. Karena sifat substrat yang padat, maka level oksigen di dalam substrat akan berkurang setelah digunakan oleh bakteri tersebut. Lalu muncul kondisi anaerobic dan memicu pertumbuhan bakteri anaerobic yang lebih sedikit membutuhkan oksigen bahkan bakteri anaerobic melepas gas beracun, umumnya hydrogen suplhide yang mana bisa menyebabkan akar membusuk bahkan jika terlepas ke air akan mengganggu kesehatan ikan. Namun segi positif dari substrat yang anaerobic adalah membantu nutrisi tidak bergabung dengan molekul oksigen sehingga membantu tanaman lebih mudah menyerap nutrisi tersebut.
Akar tanaman yang melepaskan oksigen ke dalam substrat akan membantu substrat agar tidak terlalu anaerobic. Jadi kondisi anaerobic umumnya muncul pada substrat yang sangat padat dan tidak banyak akar tanaman.

Filter sebagai fungsi Kimia
Filter bisa menggunakan media khusus (karbon aktif, zeolid, dll) untuk menyerap zat berlebihan yang merugikan maupun yang menguntungkan bagi aquascape. Karena itu, penggunaan media khusus di dalam filter hanya dianjurkan untuk awal-awal setup aquascape (sekitar 1-2 bulan pertama).

Kapas/Spon sebagai fungsi mekanik untuk membersihkan kotoran dari air dan fungsi biologis sebagai tempat tinggal bakteri aerobic dan anaerobic
Karbon aktif berbentuk seperti arang (namun bukan arang untuk proses memasak) berfungsi sebagai filter biologis, menyerap semua kandungan kimia yang berbahaya maupun yang berguna bagi aquascape. Media filter ini cocok digunakan pada 1-2 minggu pertama setup aquascape agar menyerap kelebihan amonia dan nutrisi lain yang belum digunakan oleh tanaman karena proses adaptasi. Selain itu, 1-2 minggu pertama merupakan masa bakteri mulai berkembang biak sehingga proses penguraian amonia masih belum maksimal.
Bioball berbahan plastik umumnya berwarna hitam berfungsi sebagai filter biologis dimana digunakan sebagai rumah tinggal bakteri. Bioball ini sering digunakan untuk memanfaatkan ruang kosong di filter agar lebih efektif menampung bakteri sebanyak mungkin tanpa resiko menyumbat sistem filter seperti kapas/spon.













Beberapa jenis filter yang bisa digunakan dalam aquascape :
Filter Canister
Filter canister merupakan pilihan filter yang cocok untuk ukuran aquarium diatas 60 liter. Namun di pasar juga tersedia canister mini yang bisa digunakan untuk aquarium nano (dibawah 60lt).
Dengan lapisan spon yang banyak didalamnya, memberikan banyak tempat hidup bakteri. Di pasar tersedia berbagai macam merk canister, jadi carilah merk yang menyediakan sparepart terutama seal karena seal paling sering bocor menyebabkan air mengalir keluar dari canister. Selalu perhatikan tata cara penggunaan canister di buku petunjuk yang disertakan agar canister bisa berumur panjang. Jangan menggunakan canister sebagai defuser/reaktor CO2 karena gelembung udara yang terperangkap di dalam canister bisa merusak motor baling-baling canister.






Filter Hang-on
Filter hang-on cocok digunakan untuk aquarium dibawah 60lt. Dengan ruang yang kecil, maka filter ini lebih berfungsi sebagai filter mekanik untuk membersihkan debu/kotoran dari air.






Filter Internal
Filter internal juga bisa menjadi alternatif untuk aquarium ukuran apapun. Namun sebenarnya penggunaan filter ini dengan tabung besarnya bisa menyulitkan penempatannya di dalam aquascape sehingga bisa mengganggu estetika. Juga dengan keharusan filter dibersihkan secara berkala, penempatan filter di area-area tersembunyi di belakang tanaman besar justru bisa merepotkan.





Filter Sump
Sump filter merupakan sebuah aquarium tambahan dengan sekat dimana air akan melewati semua media filter di setiap sekat yang ada. Filter ini cocok digunakan untuk aquarium besar (diatas 500 liter). Volume filter minimal 10% dari volume aquarium utama sudah cukup memberikan tempat hidup bakteri pengurai. Dengan volume air di filter yang banyak bisa membantu menjaga kestabilan air dari perubahan drastis di aquascape akibat faktor-faktor lain seperti pembusukan daun/ikan mati yang bisa dengan cepatnya meningkatkan kadar amonia atau saat pergantian air menggunakan air PDAM yang tidak stabil kandungan kaporitnya.
Keuntungan dari sump filter adalah ketinggian permukaan air akan selalu sama walaupun terjadi penguapan air. Permukaan air yang akan turun akibat penguapan adalah permukaan air di sump filter. Hal ini juga mengurangi resiko munculnya banyak garis air di kaca aquarium.
Kotak hijau = powerhead yang berfungsi sebagai pompa untuk mendorong air dari sump filter bawah kembali naik ke aquarium utama. Perhatikan kekuatan pompa harus cukup kuat untuk mendorong air naik ke atas aquarium utama.
Kotak merah = check valve untuk menjaga agar air dari aquarium utama tidak kembali ke filter pada saat powerhead mati.
Gambar 1. Kondisi aquarium utama dan sump filter belum terisi air penuh. Perhatikan ketinggian mulut pipa turun di aquarium utama akan menjadi batas ketinggian permukaan air di aquarium utama.
Gambar 2. Kondisi dimana aquarium mulai diisi air. Isi air di aquarium utama sampai air turun ke filter sump melalui pipa turun. Isi air secukupnya, namun jangan sampai air penuh mendekati batas atas kaca filter sump.
Gambar 3. Setelah sump filter dan aquarium utama penuh, baru jalankan pompa powerhead untuk mendorong air kembali ke aquarium utama. Disini akan terlihat permukaan air di sump filter mulai menurun, dan permukaan air di aquarium utama naik.
Jadi perhatikan penempatan bibir atas pipa turun di aquarium utama harus selalu lebih rendah dari batas atas kaca aquarium utama.

Cahaya/Lampu


Sumber utama cahaya di bumi adalah matahari dan aquascape pun bisa menggunakan sinar matahari sebagai sumber cahaya utama. Namun perlu diingat bahwa intensitas sinar matahari juga dipengaruhi oleh perubahan musim, kondisi cuaca (awan) sehingga menyebabkan tidak stabilnya jumlah sinar yang diterima aquarium.
Kita bisa menggunakan sumber cahaya alternatif yaitu lampu dimana spesifikasi lampu tersebut harus mendekati spesifikasi matahari seperti yang diterima tanaman di alam bebas.

Cahaya yang dibutuhkan oleh tanaman
Sinar matahari yang tampak putih di mata kita merupakan kumpulan dari berbagai jenis spektrum warna (pelangi). Tanaman umumnya menggunakan hampir semua spektrum warna yang ada walau paling banyak yang digunakan adalah spektrum warna biru dan merah.




Ketika cahaya melewati air, intensitas akan menurun tapi beberapa spektrum warna dapat melewati air dengan mudah. Gelombang cahaya pendek lebih energik dibandingkan gelombang cahaya yang lebih panjang dan karena itu cahaya yang lebih energik akan melewati air lebih mudah dan cepat. Gelombang yang kurang energik akan lebih lambat melewati air dan akhirnya habis terserap air. Lampu berenergi tinggi yang mempunyai gelombang cahaya yang pendek (biru dan ultraviolet) tidak akan cepat terserap, sehingga tanaman akan menerima spektrum cahaya biru lebih banyak dibandingkan merah. 
Pigmen klorofil untuk fotosintesis yang digunakan oleh tanaman secara umum, menangkap hampir semua cahaya biru dan merah, walaupun akan lebih efisien menangkap cahaya merah di 650-670 nm. Cahaya biru digunakan hampir sebanyak cahaya merah karena lebih mudah mendapatkannya, lebih kuat di cahaya matahari dan lebih mudah melewati air. Dalam aquarium, cahaya buatan harus lebih banyak mengandung warna merah walau mungkin menghasilkan warna yang kurang menarik bagi mata. Cahaya buatan dengan banyak warna biru dan merah akan lebih enak dipandang dan memberikan cahaya yang cukup bagi tanaman. Perlu diingat, cahaya biru yang kuat bisa membantu pertumbuhan lumut, sehingga perhatikan keseimbangan cahaya biru dan merah. 


Warna yang kita lihat dari sebuah benda dihasilkan dari pantulan warna dari permukaan benda tersebut, sedangkan spektrum warna lain diserap oleh benda tersebut. Tanaman hanya menggunakan sebagian spektrum warna yang spesifik, umumnya spektrum warna yang paling banyak tersedia. Warna dari daun memberikan informasi penting mengenai kebutuhan cahaya. Umumnya tanaman berwarna hijau, tapi beberapa juga mempunyai daun merah dan coklat.


Daun berwarna hijau tua

Tanaman dengan daun hijau tua menandakan tanaman menyerap spektrum hijau lebih sedikit dibandingkan spektrum warna lain. Ini menandakan banyaknya klorofil di daun yang menyebabkan tanaman mengambil keuntungan maksimal yang diberikan oleh cahaya yang ada (dalam kondisi cahaya rendah/minim). Tanaman berdaun hijau tua terbiasa hidup di kondisi cahaya rendah dan tidak membutuhkan cahaya tinggi. Tanaman jenis ini mengeluarkan daun baru berwarna hijau muda karena belum mempunyai klorofil sebanyak daun tuanya.

Daun berwarna hijau muda

Tanaman dengan daun hijau muda kurang efisien dalam berfotosintesis dan mempunyai pigmen fotosintesis disebut klorofil dalam jumlah sedikit. Tanaman berdaun hijau muda membutuhkan cahaya terang untuk mengkompensasi kekurangan klorofil dalam jaringan tubuhnya.

Daun berwarna merah

Spektrum merah biasanya merupakan area dimana tanaman sensitif untuk fotosintesis, walau tanaman berdaun merah memantulkan warna merah, bukan menyerapnya. Perubahan warna ini disebabkan kenyataan tanaman menggunakan pigmen carotenoid yang kurang efisien menangkap sinar dibandingkan daun dengan klorofil hijau. Untuk mengkompensasi kekurangan warna merah, tanaman harus menerima spektrum warna hijau dan biru lebih banyak sehingga membutuhkan cahaya lebih tinggi. Beberapa tanaman bisa merubah pigmen yang dibutuhkan untuk fotosintesis . Dalam hal ini, tanaman berdaun merah bisa berubah menjadi hijau jika cahaya kurang.

Spesifikasi lampu
Kita bisa menggunakan lampu apa saja untuk menerangi aquascape kita. Hanya saja ada beberapa spesifikasi yang harus diperhatikan agar bisa digunakan di aquascape yaitu :
Kelvin
Kelvin merupakan temperatur warna dari sebuah lampu. Satuan kelvin diambil dari pemanasan sebuah karbon dimana karbon berwarna merah di suhu 3000 kelvin, berwarna putih kebiru-biruan di suhu 9000 kelvin.
Lampu yang cocok untuk aquascape adalah lampu berwarna putih yang umumnya disebut "daylight"berkisar diantara 5000 kelvin - 9000 kelvin. Dibawah 5000 kelvin, maka lampu akan berwarna kemerahan, dan diatas 10.000 kelvin maka lampu akan berwarna kebiru-biruan.
Lumens
Berkaitan dengan topik aquascape, maka lumens bisa dijelaskan sebagai kekuatan cahaya lampu menerobos air. Semakin besar lumens sebuah lampu, maka semakin dalam cahaya lampu tersebut menembus kedalam aquarium. Aquarium dengan kedalaman 50cm membutuhkan lampu dengan lumens lebih sedikit dibandingkan aquarium dengan kedalaman 70cm.

Jumlah cahaya yang dibutuhkan
Setiap jenis tanaman membutuhkan jumlah kekuatan cahaya yang berbeda-beda. Seperti yang dijelaskan di atas, tanaman dengan daun merah membutuhkan cahaya paling banyak dibandingkan tanaman dengan daun berwarna hijau tua.
Untuk itu, kita sebaiknya menentukan jenis tanaman yang akan dipilih karena berpengaruh terhadap jumlah lampu yang akan kita pasang. Kategori yang umum disebutkan adalah : aquarium high light / medium light / low light. Jika kita hendak mencampur jenis tanaman high light dengan tanaman jenis low light maka besar kemungkinan tanaman low light akan mengalami kerusakan sel bahkan terserang lumut/algae. Hal ini akan dijelaskan di artikel algae.
Beberapa sumber suka menggunakan aturan watt / liter dimana perhitungan ini bisa digunakan untuk ukuran aquarium standart volume 60-250 liter dengan tinggi 40-50cm dan menggunakan lampu T8 atau PL yang menghasilkan cahaya merata. Perhitungannya sebagai berikut :

Low light = < 0,5 watt / liter
Medium light = 0,5 - 1 watt / liter
High light = > 1 watt / liter

Aquarium kecil/nano volume dibawah 60 liter membutuhkan cahaya lebih banyak untuk mencapai level cahaya yang sama dari aquarium ukuran standart. Artinya aquarium 30 liter membutuhkan cahaya 30 watt untuk mencapai level medium light.
Cara menghitung volume air dalam aquarium :
Liter = (Panjang cm x Lebar cm x Tinggi cm) / 1000
Contoh = (100 cm x 50 cm x 50 cm)/1000 = 250 liter.

Apakah aquascape harus menggunakan lampu khusus tanaman/aquascape?
Jawabannya tidak harus. Aquascape bisa menggunakan semua jenis lampu yang tersedia umum, termasuk yang digunakan untuk kebutuhan rumah anda selama kita tetap memperhatikan syarat utama yang tertulis diatas. Banyak merk yang tersedia dipasar bisa memenuhi kebutuhan spesifikasi Kelvin dan Lumens diatas.

Lampu T8 Fluorescent



Jenis lampu ini yang paling banyak digunakan untuk aquascape. Dengan model tabung memanjang bisa memberikan keuntungan pemberian cahaya yang merata keseluruh sudut aquarium. Namun lampu ini mempunyai ukuran yang cukup besar sehingga banyak memakan ruang atas aquarium jika digunakan di aquarium high light.
Ukuran umum lampu T8 = 18 watt (60cm, 1300 lumen), 36 watt (120cm, 3250 lumen)

PL




Jenis lampu ini dengan ukuran lebih kecil ternyata mempunyai lumens yang lebih tinggi dibandingkan lampu T8 sehingga kita bisa memasang lebih banyak lampu di ruang atas aquarium yang terbatas, sehingga cocok untuk aquascape high light.
Ukuran umum lampu PL = 18 watt (21cm, 1200 lumen), 24 watt (31cm, 1800 lumen), 36 watt (41cm, 2900 lumen)

Metal Halide




Jenis lampu ini cocok digunakan untuk aquarium dengan kedalaman lebih dari 60cm karena lampu ini mempunyai intensitas lumens paling tinggi dibandingkan jenis lampu lain. Namun perlu diingat bahwa kekuatan lumens lampu ini terfokus di area tepat dibawah lampu.
Ukuran umum lampu Metal Halide = 70 watt (5500 lumen), 150 watt (12.000 lumen).

Ilustrasi perbandingan aplikasi Metal Halide dan TL berjumlah 1 lampu dan lebih dari 1 lampu. 



Dapat disimpulkan bahwa lampu TL memberikan cahaya yang merata ke seluruh aquarium dibandingkan Metal Halide. Namun dalam kondisi aquarium yang kedalamannya melebihi 60cm, maka Metal Halide berfungsi lebih maksimal dimana cahaya nya bisa mencapai lebih dalam dibandingkan kemampuan lampu TL.

Durasi Lampu
Durasi lampu cukup selama 8 jam setiap harinya. Penggunaan timer sangat dianjurkan agar durasi bisa stabil setiap harinya.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | JCPenney Coupons